Mengenal Obat Untuk Mengatasi Keracunan Sianida!





Sianida adalah zat toksik yang biasanya terkandung pada tembakau rokok, digunakan dalam pertambangan atau pengerjaan logam. Secara historis gas ini digunakan sebagai alat perang untuk menyerang musuh.

Sianida - HCN dapat menyebabkan keracunan melalui penghirupan, per oral, penyerapan melalui kulit atau pemberian parenteral. Gas sianida paling berbahaya bila paparannya terjadi di ruang tertutup, gas akan menyebar dengan cepat di ruang terbuka. Manifestasi klinis keracunan sianida sangat bervariasi, tergantung dosis dan rute paparan yang berdampak pada iritasi ringan pada saluran napas hingga kolaps kardiovaskular dan kematian dalam hitungan menit. 

Ketika sianida masuk ke dalam tubuh, Sianida akan masuk aliran darah dan didistribusikan dengan cepat ke seluruh organ dan jaringan dalam tubuh. Kemudian sianida akan menghambat respirasi (pernapasan) sel. Akibatnya kadar oksigen di dalam tubuh akan menurun. LCt50 (Konsentrasi dan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh 50% kelompok yang terpapar) adalah 2500 - 5000 mg/menit/m3. Paparan gas dalam konsentrasi tinggi menyebabkan kematian dalam waktu 6-8 menit. Dosis oral HCN dan garam sianida yang mematikan adalah 100-200 mg.

Antidotum atau obat yang dapat menangkal keracunan sianida adalah

-       HIDROKSIKOBALAMIN

-       NATRIUM NITRIT DAN NATRIUM TIOSULFAT

-       EPINEFRIN

 

Hidroksikobalamin

Hidroksikobalamin akan berikatan dengan sianida dan membentuk sianokobalamin (vitamin B12) yang merupakan senyawa tidak toksik dan zat sianida akan dikeluarkan melalui urin.

Hidroksikobalamin mempunyai efek cepat menetralkan sianida tanpa mengganggu penggunaan oksigen pada jaringan seluler.

Hidroksikobalamin merupakan 1st line terapi karena aman digunakan pada pasien yang menghirup gas sianida.

  

Natrium Nitrit dan Natrium Tiosulfat

Obat ini kombinasi antara Natrium Nitrit dan Natrium Tiosulfat. Natrium nitrit efektif secara cepat namun menyebabkan toksisitas yang mengancam jiwa, sedangkan natrium tiosulfat memiliki efek yang tidak terlalu cepat namun jauh lebih aman.

Natrium Nitrit bekerja dengan cara meningkatkan ikatan methemoglobin dalam sel darah merah untuk mengikat sianida. Sehingga membentuk sianomethemoglobin yang tidak toksik. Natrium Nitrit juga bekerja dengan cara vasodilatasi pembuluh darah.

Natrium Tiosulfat bekerja melalui transulfurasi enzimatik menjadi tiosianat yang relatif tidak toksik dan mudah diekskresikan melalui urin.

Dosis yang dapat diberikan kepada pasien dengan keracunan sianida adalah

Natrium Nitrit

-       300 mg IV infused dengan kecepatan 2,5 - 5 mL/menit

Natrium Tiosulfat

-       12,5 g (50 mL dari 25% larutan) yang diberikan secara infus lambat (lebih dari 10 menit) diikuti Natrium Nitrit disesuaikan dengan tekanan darah.

Jika terjadi kondisi anemia maka turunkan dosis natrium nitrit. Hati-hati penggunaan pada pasien gangguan ginjal.

Selain obat-obatan antidotum untuk mengatasi keracunan Sianida, dibutuhkan juga obat yang digunakan untuk mengatasi gejala dan kondisi pasca keracunan sianida seperti

Antikonvulsan seperti golongan benzodiazepin atau barbiturat.

Hal ini dikarenakan sianida dapat meningkatkan pelepasan glutamat pada otak sehingga menurunkan konsentrasi GABA yang menyebabkan Kejang.

 

Epinefrin

Obat ini juga dibutuhkan untuk penanganan kasus keracunan sianida untuk mengatasi adanya syok anafilaktif. Obat ini memiliki efek mendukung kinerja reseptor alfa yang dapat memberikan efek meningkatkan resistensi vaskularisasi perifer. Serta mendukung kinerja reseptor beta untuk meningkatkan dilatasi bronkus, aktivitas kardiak kronotropik dan efek inotropic positif.

 

Teman berdiskusi kami.

 

https://emedicine.medscape.com/article/814287-medication#4

https://reference.medscape.com/drug/nithiodote-sodium-thiosulfate-sodium-nitrite-999622#0

 

 

Guys, Yuk Belajar Bareng

#BertemanMasukPSPA