30-50% pasien Rheumatoid Arthritis mengalami Osteoporosis





Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit sistemik kronis yang disebabkan karena autoimun. Penyakit ini menyerang seluruh tubuh terutama pada persendian. Karena autoimun, sistem kekebalan tubuh yang berperan melawan infeksi, malah mulai menyerang jaringan sehat.

 

Pada RA juga terjadi inflamasi kronis yang menyebabkan kondisi nyeri. Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi nyeri adalah antiinflamasi non steroid dan steroid. Obat NSAID dan steroid ini dapat membantu mengatasi kekakuan di pagi hari, namun obat-obatan tersebut belum bisa mengobati peradangan sendi yang mendasarinya. Oleh karena itu tatalaksana terapi untuk RA adalah DMARDs non biologi sebagai lini pertama pengobatan dan  DMARDs biologi sebagai alternatif lini ketiga pengobatan.

Obat DMARDs non biologi yang biasanya digunakan adalah metotreksat, sulfasalazine dan hidroksiklorokuin. Obat ini berperan untuk mengurangi dan mengendalikan progresivitas penyakit. Obat DMARDs biologi merupakan obat baru yang menargetkan faktor nekrosis alfa dan jalur inflamasi lain. Contohnya seperti adalimumab, Tocilizumab, etanercept, dsb.

Penggunaan terapi pada pasien autoimun utamanya menggunakan agen supresi imunitas, salah satunya penggunaan steroid jangka panjang. Steroid oral dan parenteral terbukti dapat meningkatkan risiko fraktur tulang.

Kortikosteroid mengganggu aktivitas osteoblastik dan meningkatkan resorpsi tulang oleh osteoklas. Risiko patah tulang meningkat lebih dari yang diharapkan akibat penurunan Bone Marrow Density.

Guideline saat ini merekomendasikan penggunaan kalsium atau obat anti osteoporosis dipertimbangkan untuk semua pasien yang memerlukan terapi kortikosteroid sistemik selama lebih dari 3 bulan.

Selain itu, adanya inflamasi kronis juga berdampak pada peningkatan produksi sitokin (faktor nekrosis tumor, IL-1, IL-6) yang mengakibatkan aktivasi osteoklas yang dapat meningkatkan risiko kerusakan tulang. Inflamasi pada sendi juga meningkatkan penyerapan tulang dan membuat pasien rentan mengalami pengeroposan tulang sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

 

Pedoman Nggibah ria

 

Ashai et al. 2020. “Rheumatoid Arthritis and bone health”. Clin Med (6) : 565-567 diakses di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7687316/#:~:text=Osteoporosis%20can%20be%20found%20in,with%20disease%20duration%20and%20seropositivity.&text=The%20risk%20of%20osteoporosis%20developing,and%20sex%2Dmatched%20healthy%20controls.

 

Kareem et al. 2021. “The Impact of Rheumatoid Arthritis on Bone Loss: Links to Osteoporosis and Osteopenia”. Cureus: 8: e17519 diakses di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8476196/