Injeksi Insulin pada Pasien Diabetes Mellitus tipe 2, Harus dilakukan seumur Hidup?





Banyak sekali mitos yang beredar di luaran sana, bahwa ketika pasien DM tipe 2 sudah menggunakan insulin berarti harus menggunakan insulin lagi seumur hidupnya. Nyatanya, pernyataan tersebut hanya mitos belaka! Injeksi insulin diberikan kepada pasien apabila pasien pada keadaan:

-          Nilai HbA1c saat diperiksa Lebih dari sama dengan 7,5% dan sudah menggunakan satu atau dua obat antidiabetes oral

-          HbA1c saat diperiksa >9%

-          Penurunan berat badan yang cepat

-          Hiperglikemia berat yang disertai dengan ketosis

-          Krisis hiperglikemia

-          Gagal terapi dengan obat oral antidiabetes atau kontraindikasi

-          Strees berat

-          Kehamilan dengan DM yang tidak terkontrol

-          Gangguan fungsi hati atau ginjal yang berat

-          Pasien perioperatif

Indikasi tersebut yang segera membutuhkan injeksi insulin. Lalu apakah setelah menggunakan insulin injeksi harus terus menerus menggunakan seumur hidup? Jawabnya TIDAK! Penggunaan insulin dapat diganti menjadi obat antidiabetes oral jika gula darah sudah stabil dan terkontrol dengan baik selama beberapa bulan, dan tentunya penggantian juga melihat kondisi klinis pasien dan asesmen dari dokter pasien. Jadi sudah tidak takut lagi kan menggunakan insulin untuk pasien DM tipe 2? Prinsipnya gula darah harus selalu terkontrol ya 🙂

 

Teman Kami

Perkeni. 2021. “Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia”. Kemenkes RI

ADA, 2022. “Pharmacologic Approaches to Glycemic Treatment: Standart of Medical Care in DIabetes. Diakses di https://diabetesjournals.org/care/article/45/Supplement_1/S125/138908/9-Pharmacologic-Approaches-to-Glycemic-Treatment

 

#BertemanMasukApoteker